MEMBEDAH DEWA EKA PRAYOGA

INSPIRASI DARI SEORANG DEWA EKA PRAYOGA


CEO Words | Rendy Saputra
Kamis, 28 Juli 2016

MEMBEDAH DEWA EKA PRAYOGA

Membedah Dewa Eka Prayoga | Beberapa hari terakhir ini, fikiran Saya terganggu. Entah mengapa, postingan demi postingan dari Dewa Eka Prayoga mengahantui fikiran Saya. Bagaimana seorang DEP (Dewa Eka Prayoga) begitu mudahnya menjual 15.000 eksemplar buku. 

Ini bukan sekedar menjual Buku. Yang gilanya, Buku DEP mulai dijual dalam bentuk masih digital cover. Saat terjadi proses penjualan, draftnya masih dikonsep, bahkan belum rampung ditulis. Dan 15.000 buku tersebut dicetak dalam keadaan sudah jelas pembelinya. Bahkan para pembeli sudah melakukan transfer.
Kegilaan itu tidak berhenti sampai disitu, harga buku DEP pun juga diluar nalar. Bagaimana sebuah buku yang biasa dihargai 90 ribuan di toko buku, bisa dijual 200 ribu lebih di pasar. Dan ini bukanlah buku yang pertama. Buku-buku DEP sebelumnya juga mengalami pencapaian yang sama, terjual lebih dari 10.000 eksemplar.

Saya bahkan mengkhayal liar, apabila DEP ini membuat buku tulis kosong bergaris, mungkin laku juga. Hehehehe...

*****

Salah satu kebiasaan buruk Saya adalah tidak bisa berhenti memikirkan sesuatu hal yang menarik perhatian Saya. Larisnya Buku Gara-Gara Facebook membuat Saya berfikir keras tentang ramuan apa yang dipakai oleh DEP sehingga dia bisa seperti ini.

Berikut hasil pemikiran Saya dalam beberapa hari Terakhir,

1. DEP memiliki otot konsisten dan ketekunan yang jarang dimiliki orang lain.
Di tahun 2012, DEP masih meminjam ruangan Audi Inspira untuk menjual buku dengan harga 50.000. Dan dia mengumpulkan reseller. Tanpa melalui toko buku. Semua orang meragukannya, termasuk Saya. Namun sebagai sahabat, Saya tentu tetap mendukung langkahnya, walau Saya gak yakin-yakin banget.
Sejak 2012 juga, DEP mulai aktif melakukan edukasi di twitter. Setiap malam, setiap hari, entah direspon atau tidak, DEP melakukannya konsisten dalam rentang waktu yang cukup lama. Sampe saat ini berarti hampir 4 tahun.

Zaman twitter berlalu, beliau padukan dengan BBm, selesai BBm, DEP kemudian terus menerus tekun membangun database organik via sosmed. Platform mana yang sedang in, DEP selalu tekun menggarapnya. Sulit membayangkan otot mata dan jemari DEP untuk urusan sosmed.
Ketekunan dan konsisten ini dibangun DEP terus menerus. ketika Brand "Dewa Selling" mulai dia pilih, penetrasinya pun semakin tajam.
"Pokoknya aku ngajarin penjualan, khusus UKM yang memang lagi ngejar transaksi"
Tawaran ngisi corporate ada, tawaran jadi konsultan pun ada, tawaran bermitra membangun usaha ada, tapi DEP konsisten dengan pilihannya. Tidak sedikit orang yang mengajak kerjasama bisnis ini dan itu. Tapi DEP terus keukeuh dengan pilihannya. DEP dengan tenang dan dingin menggarap mimpinya. Selangkah demi selangkah.

Konsistensi langkah DEP di Pasar membuat hal kedua terjadi :
2. Matangnya Pasar DEP
Dengan bendera billionaire store dan billionaire coach, DEP membangun pasar. Setiap yang follow, dia track datanya. Setiap pembeli, dia klasifikasikan dalam grup yang definitif. Yang ini seneng beli buku, yang ini seneng beli program digital, yang ini senang jadi reseller. Yang ini beli berulang. Detail sekali.
Maka, angka 10.000 pembeli itu bukan simsalabim, angka 10.000 lebih adalah angka pasar matang yang akan terus membeli berbagai hal baru dari DEP. Bahkan angka ini akan terus membesar dan menghangat seiting waktu.

Tidak menutup kemungkinan, ketika internet merata di Indonesia, lalu populasi smartphone meningkat, bisa jadi HOT MARKET DEP akan berjumlah 100.000 orang. Ada 100k orang yang siap membeli apa saja dari DEP. Dan ini CRAZY. DEP akan terus menggulung pasarnya. 

Konsistensi yang menghasilkan pasar yang HOT ini tidak lepas dari jurus ketiga DEP :
3. Ignore The Noise (Mengabaikan Suara-Suara yang berisik)
DEP pernah salah langkah beli follower di twitter. Dia dihujat 1 hari, tapi setelah itu dia delete follower bot dan memulai akunnya dari follower real yang hanya ribuan orang. Tapi DEP gak baper lalu pundung, DEP konsisten membangun followenya hingga diatas 60ribu. DEP memang gak pernah dengerin omongan orang. Bagi dia itu hanya noise.

Saat DEP awal-awal melakukan edukasi bisnis, banyak yang mencemooh, karena DEP dianggap ngomong doank, gak pernah praktek, gak punya bisnis. Tapi DEP jalan terus.
Bagi DEP, Billionaire Store yang dia bangun adalah bisnis jasa edukasi. Terserah orang mau beli atau nggak. DEP memilih terus melangkah dan berkarya.

Setelah DEP membuktikan kecanggihannya dalam berjualan, setelah DEP memenangkan berbagai kontes Affiliate, setelah DEP terbukti dahsyat dalam menjual produk-produk hasil besutannya, NOISE yang dahulu terasa nyaring itu seperti teriakan anak kecil di tengah Samudera. Hening tak berarti.
Apakah noise itu sekarang tetap ada. Ada banget dan masih ada. Tetapi kekuatan pengabaian seorang DEP terhadap noise itu yang hebat. Lagipula, orang juga sudah melihat karya-karya DEP. Kalo memang bukunya jelek, buku ketiga ini harusnya gak laku. Tapi itu gak terjadi. 

Skill DEP dalam meng-IGNORE noise itu yang mengerikan. Manusia biasa mungkin sudah nangis darah dihujat macem-macem. Tapi DEP nggak. Makanya Saya curiga kalo DEP ini mutant. Wakakakaakak...

*****

Itulah uneg-uneg dendam Saya sama Dewa. Saya dendam karena dalam sebuah reply komen, Dewa menulis dengan tegas,
"Saya hanya ngejalanin ide-ide akang, makasih kang."

Begitulah Saya dan kita selama ini. Kita tahu apa yang semestinya dilakukan. Kita faham. Tapi kita tidak melangkah. Adapun melangkah, kita tidak konsisten.

Kita terlalu banyak mendengarkan NOISE sehingga mebuat kita mundur dan melempem. Kita terlalu membawa perasaan dalam melangkah. Padahal yang menghina atau menghujat kita, tidak bertanggung jawab apapun atas kehidupan yang kita alami. Dan NOISE itu sama sekali tidak pernah merendahkan kemuliaan kita, sama sekali tidak berpengaruh apa-apa pada diri kita.

Inilah uneg-uneg seorang mentor yang dahulu mendidik bagaimana membangun pasar dan komunitas, bagaimana membangun raving fans, tetapi tidak tekun melaksanakannya.

Akhir januari 2016, adalah titik dimana saya menerima jalan yang sudah ditempuh oleh Dewa Eka Prayoga,
1. Konsisten
2. Bangun HOT Market
3. Ignore The Noise!


Salam redaksi:
www.supplierhanduk.com

DICARI AGEN UNTUK SELURUH KOTA DI INDONESIA!
#YukHijrahBisnis


KOLOM ARTIKEL BERMANFAAT

Artikel-artikel yang lain »
 
hubungi kamiAMBIL DISKONnya! sekarang juga