3 Peristiwa Penting dalam Sejarah Nabi di Bulan Ramadhan

سْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
SELAMAT DATANG DI SH GROSIR - SupplierHanduk.com!


97% PELANGGAN PUAS
DENGAN KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN KAMI

pusat handuk terbesar, lengkap & murah, aneka souvenir unik bermanfaat, & distributor grosir aneka produk tekstil lainnya

lihat berbagai TESTIMONI

JANGAN LEWATKAN!
Ada VOUCHER 100K
di bagian bawah website ini.

Khusus bagi Anda yang teliti saja 😉

Ramadhan ialah bulan mulia, bulan penuh berkah. Bulan dimana umat islam berpuasa, dan bulannya umat islam meningkatkan amal dan ibadah. Namun, Tahukah anda bahwa di bulan ramadhan terjadi 3 peristiwa besar di sejarah nabi muhamma, apasajakah itu? berikut uraiannya

Berikut adalah 3 peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadhan di zaman Rosulullah ﷺ:

1. Bulan Turunnya Al-Qur’an





Ketika Nabi telah mencapai usia 40 tahun, Allah Mungutus Muhammad menjadi Nabi dan Rosul untuk alam semesta, sebagai suri tauladan untuk umat akhir zaman. Pada tanggal 17 Ramadhan 13 tahun sebelum Hijriyah Nabi menerima wahyu pertama. Pakar astronomi, Syekh Mahmud Basya menuturkan, saat itu bertepatan awal Februari tahun 610 Masehi.

Ketika turunnya wahyu pertama semakin dekat, Nabi sangat sering menyendiri di Gua Hira, menjauh dari manusia dan beribadah khusyu’ di sana selama beberapa hari. Terkadang 10 hari, bahkan juga kadang sampai satu bulan. Ritual ibadah yang dilakukan Nabi di gua Hira mengikuti tata cara yang dipakai oleh kakeknya, yaitu Nabi Ibrahim As.

Di tengah nabi beribadah di gua Hira, Nabi didatangi makhluk yang tidak pernah beliau kenal. “Bergembiralah wahai Muhammad, aku adalah Jibril. Dan engkau adalah utusan Allah untuk umat ini,” tutur malaikat jibril.

Kemudian malaikat Jibril menyuruh Nabi muhammad membaca, tapi Nabi Muhammad menjawab tidak bisa. Kemudian Perintah itu sampai diulang tiga kali oleh Jibril, jawaban Nabi Muhammad tetap sama yaitu “Mâ anâ bi qarî’in, aku tidak bisa membaca.” Kemudian Malaikat Jibril membacakan wahyu pertama, yaitu Surat al-Alaq ayat 1 - 5.

2. Terjadi Perang Badr



Perang Badar atau yang biasa disebut Ghazwah Badr al-Kubra merupakan perang pembeda, menandai awal kejayaan kaum Muslimin. Dengan perang badr tersebut Allah memuliakan Islam, meninggikan menaranya, dan mengikis berhala-berhala. Dalam perang badr ini, Nabi Muhammad membawa 313 pasukan Muslim, menghadapi 950 pasukan kafir. Perbedaan jumlah pasukan yang mencolok itu tidak menciutkan nyali tentara kaum Muslimin. Dengan tekad kuat membela Nabi, kaum Muslimin berhasil memporak-porandakan pasukan kafir. Allah menguatkan mereka dengan malaikat-malaikatNya. Kaum kafir Quraisy lari, kaum Muslim mengejar mereka, membunuh, dan menawan.

Dari pasukan Muslimin, gugur 14 orang Mati syahid. Dari pasukan orang kafir, yang terbunuh dan tertawan masing-masing 70 orang. Diantara yang terbunuh adalah Abu Jahal. Setelah perang usai, Nabi memerintahkan untuk mengebumikan Tentara Muslimin yang gugur, demikian juga memakamkan orang kafir yang terbunuh. Lalu Beliau kembali ke Madinah dan disambut Nasyid indah oleh pemuda-pemuda Madinah. Peristiwa perang badr ini terjadi pada hari Jumat, 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi.

3. Pembebasan Kota Makah


Pada tanggal 20 Ramadhan tahun 8 Hijriyah juga merupakan waktu yang sangat bersejarah dalam Islam. Pada hari itu Rosulullah dan para sahabatnya berhasil mengalahkan kota Mekah dalam sebuah peperangan yang disebut Fathu Mekah (Penaklukan Kota Mekah). Peperangan itu dipicu oleh orang Quraisy yang merusak satu perjanjian dari beberapa perjanjian Hudaibiyyah kala itu. Orang-orang Quraisy bersekongkol dengan kabilah lainnya untuk memerangi orang-orang yang berdamai dengan Rosul. Dalam pertempuran itu, Nabi mengerahkan 10.000 pasukan Muslim. Rosul mengutus sahabat Khalid bin Walid sebagai panglima dan memerintahkannya agar tidak memulai menyerang sebelum diserang. Bersama mereka, Nabi berperang dalam keadaan berpuasa, kemudian berbuka di tengah jalan karena mengalami keberatan (masyaqqah). Baca juga: Ramadhan di Saat Perang Badar dan Fathu Makkah Peperangan antara pasukan Nabi dan kafir Quraisy tidak bisa dihindarkan lagi. Pada akhirnya, pasukan Muslim berhasil menaklukkan tentara Quraisy hingga mereka menyerah.

Seusai peperangan tersebut, Nabi Menyerukaan untuk menghancurkan berhala di sekitar Ka’bah yang berjumlah 360. Setelah itu, kaum Muslimin mengumandangkan pekik takbir, Rosulullah Shalat di Maqam Ibrahim dan meminum air Zam-Zam. Kaum kafir Quraisy yang sudah takluk tidak berdaya berharap-harap cemas. Mereka yang dahulu menyakiti, mengusir dan berencana membunuh Nabi menunggu keputusan beliau memperlakukan mereka. Bisa saja Rosul membunuh mereka. Namun dengan belas kasihnya yang luas, beliau memaafkan dan membebaskan mereka. “Pergilah, Kalian bebas” 

Demikianlah 3 peristiwa akbar di bulan Ramadhan yang terjadi dalam sejarah Nabi Muhammad Saw. Semoga di bulan yang mulia ini kita diberi keberkahan untuk menjadi mulia di sisi ALLAH Swt. (M. Mubasysyarum Bih) (Dikutip dari berbagai referensi, di antaranya Muhammad bin Afifi al-Khudlari, Nur al-Yaqin; dan Shafi al-Rahman al-Mubarakfauri, al-Rahiq al-Makhtum).

Semoga Bermanfaat^^


KOLOM ARTIKEL BERMANFAAT

Artikel-artikel yang lain »