Kisah seorang pemuda yang membawa beban hidup yang sangat berat

سْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
SELAMAT DATANG DI SH GROSIR - SupplierHanduk.com!


97% PELANGGAN PUAS
DENGAN KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN KAMI

pusat handuk terbesar, lengkap & murah, aneka souvenir unik bermanfaat, & distributor grosir aneka produk tekstil lainnya

lihat berbagai TESTIMONI

JANGAN LEWATKAN!
Ada VOUCHER 100K
di bagian bawah website ini.

Khusus bagi Anda yang teliti saja 😉
Ilustrasi Pemuda dan sang guru

Suatu ketika, tampak seorang pemuda mendatangi gurunya. Penampilannya sangat lusuh. Bajunya sobek-sobek, sepatunya rusak, dan tubuhnya penuh dengan luka.

Lalu dia mengatakan kepada gurunya, “Guru, saya ini datang dari jauh sekali dan telah menempuh perjalanan yang sangat berat. Saya sangat letih, menderita, dan kesepian. Ini semua saya lakukan demi mencari dan mendapatkan jawaban atas penderitaan yang saya alami. Kenapa saya belum menemukan cahaya petunjuk sedikit pun?”

Guru tua bijak tersebut melihat si pemuda datang kepadanya membawa sebuah buntelan besar lalu bertanya “Apa isi buntelan mu itu?”

Jawab si pemuda, “Isinya sangat penting untuk saya guru. Di dalamnya terdapat barang-barang yang mengingatkan saya pada setiap tangisan, ratapan, dan air mata saya. Benda-benda inilah yang menjadi penyemangat saya dalam menempuh perjalanan berat untuk mencari jawaban.”

“Baik, kalo begitu sekarang ikutlah denganku,” kata sang guru tegas.

Mereka berdua berjalan sebentar dan tibalah di tepi sebuah sungai kecil. Di tepi sungai itu, terdapat sebuah perahu sampan kecil. Sang guru bergegas naik ke atas sampan tersebut. Maka pemuda itu pun mengikuti sang guru naik ke atas sampan, dan mereka menyeberangi sungai tersebut.

Tibalah mereka di tepian, sang guru lantas berkata, “Kita telah sampai. Sekarang kamu pikul sampan ini, dan kita lanjutkan perjalanan kita!”

Terkejutlah pemuda tersebut mendengar perintah sang guru. “Tapi.. sampan ini begitu berat, mana kuat saya memikulnya? Lalu apa gunanya nanti?” tanya pemuda itu

Sang guru itu tersenyum mendangar protes si anak muda. “Benar sekali katamu. Ketika kita berdua menyeberangi sungai, sampan ini sangat berguna dan sangat berarti bagi kita. Namun ketika kita sudah siap meneruskan perjalanan kita berikutnya, sampan ini hanya akan menjadi beban untuk perjalanan kita. Kita harus meninggalkannya di tepi sungai, kalau tidak sampan ini hanya akan memberatkan langkah kita.”

Sang guru meneruskan kata-katanya, “Begitu juga dengan kehidupan kita. kegagalan, tangisan, Penderitaan, kesepian, air mata, dan bencana, semuanya berguna dalam kehidupan kita. Semua itu membuat kita tabah dan kuat menghadapi tantangan hidup di masa depan! Namun pada saat kita ingin melangkah maju, kalau kita tidak bisa melepaskannya, maka hal-hal tersebut hanya akan menjadi beban saja.”

Akhirnya, sang guru berkata pada pemuda itu, “Letakkan barang bawaanmu itu di sini, dan mari kita melanjutkan perjalanan”.

Si pemuda mengikuti perintah tersebut. Lalu Ia meletakkan buntelan besarnya, kemudian melanjutkan perjalanan. Beberapa saat kemudian, sang guru menanyakan perasaan si pemuda.

Jawab si pemuda


“Kini langkahku begitu ringan dan cepat. Aku baru sadar, kehidupan sebenarnya bisa dijalani dengan begitu sederhana…” 

Semoga Kisah di atas Menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin




KOLOM ARTIKEL BERMANFAAT

Artikel-artikel yang lain »